SISTEM SARAF
Kali ini kita akan membahas materi mengenai sistem saraf
pada manusia. Pernahkah kalian bermimpi? Bermimpi kadang menyenangkan, kadang
pula menyedihkan. Otak yang bermimpi memutar kembali dengan cepat
kejadian-kejadian yang belum lama terjadi. Otak menyimpan kejadian-kejadian
yang sangat bermakna di dalam bank ingatan dan membuang yang lain, walaupun
yang bermakna itu tidak jelas bagi sang pemimpi. Mimpi-mimpi sering terjadi
pada tingkat yang dalam dan primitif dan disebut inti ketidaksadaran. Begitulah
otak, di dalamnya terdapat berbagai rahasia kesadaran, pemikiran-pemikiran,
pertimbangan, kecerdasan, ingatan, bahasa, dan aspek-aspek lain "keunikan
manusia” atau "kemanusiaan yang unik". Bagaimana sistem saraf dapat
mengatur semuanya? Sistem saraf menjadi jaringan komunikasi bagi manusia. Saraf
membawa pesan dari dan ke, memberi tahu bahkan melakukan koordinasi. Untuk
memahami hal tersebut pelajari dengan baik materi berikut.
1. Struktur
Sistem
Saraf Neuron atau sel
saraf merupakan satuan kerja utama atau bagian dari sistem koordinasi yang
berfungsi untuk mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik secara
cepat. Komponen sistem saraf terdiri
atas sel saraf, sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi. Untuk bereaksi
terhadap rangsangan, tubuh memerlukan 3 komponen yaitu:
·
Reseptor
§
Sistem
saraf
§ Efektor
Berdasarkan
fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.
Neuron
sensorik (neuron aferen): Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya
berhubungan dengan dendrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls
dari reseptor ke pusat susunan saraf.
b.
Neuron
motorik (neuron efektor): Dendritnya
berhubungan dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan efektor
atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu rangsangan. Fungsinya untuk
menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke efektor.
c.
Neuron
asosiasi: Penghubung antara neuron motorik dan sensorik. Berdasarkan tempatnya,
neuron asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)
Neuron
konektor: Merupakan penghubung antara neuron yang satu dan neuron yang lain
2)
Neuron
ajustor: Merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik yang
terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.
Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima oleh
reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron atau serangkaian
pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Impuls ini akan menyebabkan
terjadinya gerakan. Gerakan dibedakan menjadi dua yaitu gerak sadar dan gerak
refleks. Gerak sadar merpakan gerakan
yang terjadi karena disengaja atau disadari, sedangkan gerak refleks adalah
gerakan yang tidak disengaja atau tidak disadari.
Impuls
akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerak sadar (disengaja/disadari): impuls reseptor/indra saraf sensoris otak
saraf motor efektor/otot Gerak
refleks (tidak disengaja/tidak disadari):
Impuls reseptor/indra saraf sensoris > sumsum tulang
belakang saraf motor efektor/otot.
Mekanisme
Penghantaran Impuls Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial
membran untuk bekerja mengirim impuls, dalam keadaan istirahat disebut
polarisasi membran. Adanya impuls menyebabkan membran sel sarafterdepolarisasi.
Akibatnya ada perbedaan muatan sel saraf. perbedaan muatan sel saraf
menyebabkan impuls merambat ke sepanjang akson menuju sinapsis.
2.
Jenis
Sistem
Saraf Sistem saraf
bekerja berdasarkan impuls elektrokimia, untuk melayani tubuh dengan berbagai
macam cara. Sistem saraf berfungsi
sebagai peninjau bagi tubuh dan pengumpul informasi tentang dunia diluar maupun
didalam tubuh kita. Selain itu juga
berfungsi sebagai pusat komunikasi umu, pusat pemetaan strategi, dan sebagai
pembuat keputusan dalam segala sesuatu yang dilakukan tubuh.
a.
Sistem
saraf pusat
Sistem
saraf pusat merupakan bagian sistem saraf yang mengkoodinasikan semua fungsi
saraf. Sistem saraf pusat berfungsi menerima semua rangsangsaraf dari luar
tubuh (eketroseptor) dan dari dalam tubuh (interoseptor). Sistem saraf pusat
juga bertindak sebagai pusat integrasi dan komunikasi.
1. Sistem
saraf pusat terdiri atas:
1)
Otak,
manusia terdiri atas dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri
mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan tubuh
bagian kiri. Otak dibagi menjadi empat
bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak tengah, otak kecil (cerebellum), dan
sumsum lanjutan. –
·
Otak
Besar (cerebrum) Merupakan bagian
terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Diduga, semakin banyak
lipatannya semakin cerdas seseorang. Serebrum terdiri atas 2 belahan (hemisfer)
yang dipisahkan oleh fisura longitudinal. Kedua hemisfer dihubungkan oleh
sejumlah serabut saraf yang disebut korpus kalosum. Melalui serabut ini, impuls
diteruskan dari satu hemisfer ke hemisfer lain. Otak besar terdiri atas: Otak depan (lobus frontalis), merupakan
pengendali gerakan otot. Otak belakang
(lobus oksipitalis), merupakan pusat penglihatan. Otak samping (lobus temporalis), merupakan
pusat pendengaran.
·
Otak
Tengah, Terletak di depan otak kecil.
Bagian otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks
mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (ganglion) yang
berfungsi untuk mengontrol gerakan dan kedudukan tubuh.
·
Otak
Depan, Terdiri atas talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi menerima semua
rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan, dan meneruskannya ke area sensorik.
Hipotalamus berperan dalam pengaturan suhu tubuh, pengatur nutrisi, pengaturan
agar tetap sadar, dan penumbuhan sikap agresif. Hipotalamus juga merupakan
tempat sekresi hormon yang mempengaruhi pengeluaran hormon pada hipofisis.
·
Otak
Kecil (Cerebellum) Terletak di depan
sumsum lanjutan (medula oblongata). Otak kecil merupakan pusat keseimbangan
gerak dan koordinasi gerak otot serta posisi tubuh. Tepat di bagian bawah
serebelum terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot
bagian kiri dan kanan tubuh. Jembatan varol ini juga menghubungkan otak besar
dengan otak kecil.
·
Sumsum
Lanjutan (Medula Oblongata) Disebut juga batang otak, merupakan lanjutan otak
yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Fungsinya untuk mengatur
denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan,
bersin, bersendawa, batuk, dan muntah. Di sumsum lanjutan terdapat bagian yang
menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang yang dinamakan Pons.
2)
Sumsum
Tulang Belakang (Medula Spinalis) Terdapat di dalam rongga tulang belakang.
Fungsinya sebagai penghubung impuls dari dan ke otak, memberi kemungkinan gerak
refleks. Medula spinalis bagian luar berwarna putih dan bagian dalam kelabu.
b.
Sistem
Saraf Tepi
Sistem saraf tepi merupakan saraf-saraf yang membawa
impuls dari dan ke sistem saraf pusat. sistem saraf tepi terdiri dari sistem
saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar.
a)
Sistem
Saraf Sadar (Saraf Somatis) Saraf sadar adalah saraf yang rangsangannya
disampaikan ke pusat reseptor yaitu kepusat motoris pada serebrum. Berdasarkan
asalnya, sistem saraf tepi terbagi atas saraf kranial dan saraf spinal yang
masing-masing berpasangan, serta ganglia (tunggal: ganglion). Saraf kranial
merupakan semua saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf spinal
ialah semua saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang. Masing-masing
saraf ini mempunyai karakteristik fungsi dan jumlah saraf yang berbeda.
Sementara itu, ganglia merupakan kumpul an badan sel saraf yang membentuk
simpul-simpul saraf dan di luar sistem saraf pusat.
b)
Sistem
Saraf Tidak Sadar (Otonom) Saraf otonom adalah saraf yang rangsangannya tidak
disampaikan ke otak. Sistem saraf otonom mengontrol kegiatan organ-organ dalam.
Berdasarkan sifat kerjanya, saraf otoom dibedakan menjadi dua, yakni:
Comments
Post a Comment